Antek-antek Thaghut Berulah Lagi

Masjid Al Ihsan Sidotopo Surabaya yang Biasa Diadakan Kajian Rutin Ustad Abu Bakar Ba’asyir di Segel Camat dan Polisi
Diposting pada Sabtu, 20-06-2009 | 22:31:49 WIB

Kajian rutin di Masjid Al Ihsan Sidotopo yang biasa di isi oleh ustad Abu Bakar Ba’asyir di masjid tersebut batal dilaksanakan malam Ahad ini. Kejadian berawal dari provokasi pada Jum’at malam 19 Juni 2009 (diduga dari pihak kepolisian/ intel berpakaian preman) memprovokasi warga dengan mengatakan jama’ah masjid Al Ihsan mengkafirkan PNS dan anggota kepolisian, penghuni masjid adalah anak buah ABB, ketua ta’mir adalah bapak teroris dan sebagainya.

Pada malam itu ada tuntutan pengajian ustadz Abu tidak boleh menggunakan sound system karena “beberapa warga” merasa “gerah” dengan isi kajian ustadz Abu.

Walhasil kajian rutin ustadz Abu malam ini tidak bisa dilaksanakan. Berikut ini kronologis kejadian yang terjadi di masjid Al Ihsan Sidotopo:

KRONOLOGI PENYEGELAN MASJID DAN PELARANGAN MASJID AL IHSAN SIDOTOPO DIGUNAKAN UNTUK SHOLAT BERJAMAAH LIMA WAKTU

1. Pada hari Jumat tanggal 19 juni 2009 lebih kurang pukul 22.30 sampai dengan 24.30 terjadi penyerbuan dan sweeping ke dalam masjid Al Ihsan Sidotopo yang dilakukan oleh massa tak dikenal beserta warga yang terprovokasi dan anggota kepolisian, massa tersebut meminta KTP penghuni masjid dan memaksa penghuni masjid untuk keluar dari masjid dan mengeluarkan barang-barang dari ruangan dalam masjid. Indikasi yang didapat oleh penghuni masjid (petugas kebersihan dan perawatan masjid) bentuk –bentuk provokasi tersebut antara lain :

- Massa yang ikut dalam sweeping malam itu kebanyakan bukan dari warga sekitar.
- Ucapan-ucapan kasar dan bernada provokasi serta menghina takmir masjid.

2. Buntut kejadian pada malam hari itu, pada hari sabtu 20 Juni 2009 lebih kurang pukul 13.00 (atas permintaan Wakapolres Surabaya Timur) terjadi pertemuan antara Ta’mir Masjid Al Ihsan, Camat Semampir, Aparat Kepolisian Polsek Semampir (dan Polres Surabaya Timur?), dengan beberapa perwakilan warga sekitar menghasilkan “keputusan” penyegelan dan pelarangan aktivitas sholat berjamaah lima waktu di masjid Al ihsan sidotopo dengan alasan masjid tersebut tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)j. Penyegelan dilakukan oleh aparat camat dan kepolisian dan kemudian kunci segel (gembok) dibawa oleh Camat Semampir yang mengaku bertanggung jawab terhadap keputusan tersebut.

3. Sampai malam ini keadaan masih tegang, Aparat kepolisian, pengurus masjid, dan beberapa warga masih berjaga-jaga di sekitar masjid.

[muslimdaily.net/UF]

Kronologis Penyegelan Masjid Sidotopo Surabaya
Diposting pada Ahad, 21-06-2009 | 07:11:18 WIB

Seperti yang telah Muslimdaily muat dalam berita sebelumnya, mengenai penyegelan masjid Al Ihsan Sidotopo . Pagi ini kami menerima kiriman kronologis kejadian yang berakibat ditutupnya masjid sebagai tempat ibadah, bahkan aktifitas sholat lima waktu tidak bisa dilaksanakan di masjid yang terletak di Gang Pasar Sidotopo Surabaya ini.

KRONOLOGI PENYEGELAN MASJID DAN PELARANGAN MASJID AL IHSAN SIDOTOPO (Gg PASAR)

UNTUK DIGUNAKAN SHOLAT BERJAMAAH LIMA WAKTU DAN AKTIVITAS IBADAH LAINNYA

Jumat , 19 Juni 2009

Lebih kurang pukul 22.30 sampai dengan 24.30 terjadi penyerbuan dan sweeping ke dalam masjid Al Ihsan Sidotopo yang dilakukan oleh massa tak dikenal berserta warga sekitar masjid yang terprovokasi dan beberapa orang yang diduga adalah oknum anggota kepolisian. Didalam masjid pada saat itu ada tiga orang yang memang tinggal di masjid sebagai pengurus yang bertugas dalam kebersihan dan perawatan masjid. Massa menanyakan Ijin dan kepemilikan masjid, serta keberadaan penghuni masjid.

Pukul 22.30

Salah satu pengurus masjid Al Ihsan mendengar suara massa memasuki masjid dan suara massa mendobrak pintu/pagar masjid, diantara massa ada yang berteriak “keluar…!”. Melihat massa sudah memasuki masjid bagian bawah, ia membangunkan penghuni lainnya. Namun belum sampai keluar pintu kamar ternyata massa sudah naik dan masuk ke dalam kamar pengurus. Massa mencegat pengurus keluar kamar sambil salah seorang diantara mereka memotret wajah-wajah para pengurus, bukan itu saja salah seorang yang mengaku sekretaris RW setempat memaksa pengurus menunjukkan kartu identitas dengan nada yang tinggi dan kasar. Akhirnya ketiga orang pengurus yang tinggal di masjid memberikan KTP kepada orang yang mengaku sekretaris RW tersebut. Kesaksian pengurus masjid sebagian besar massa bukan dari warga sekitar dan tidak pernah mereka lihat sebelumnya di sekitar masjid.

Pukul 22.55

Massa meminta kepada salah satu pengurus untuk memanggil Pak Umar selaku ketua Ta’mir Masjid dengan tetap menahan kartu identitas . Tidak lama kemudian Pak Umar datang menemui massa didalam masjid, Pak Umar meminta massa untuk membubarkan diri dan membicarakannya baik-baik tetapi permintaan tersebut tidak digubris oleh massa. Massa di luar masjid terus menerus melakukan provokasi dengan teriakan dan ejekan. Diantara kata-kata provokasi yang didengar oleh penghuni masjid adalah “rantai saja pak Umar!”, “pak Umar bapak teroris”, “bakar pak Umar”.

Pukul 23.30

Salah seorang putera Pak Umar datang bersama Yulianto (anggota Tim Pembela Muslim Surabaya). Kedatangan Yulianto atas permintaan putera Pak Umar untuk menengahi permasalahan yang terjadi. Namun massa mengusirnya dengan alasan bukan warga RW setempat, saat pengusiran salah seorang mendorong dan memukul Yulianto hingga menyebabkan luka di bagian hidung. Setelah Yulianto keluar dari masjid, massa juga meminta orang-orang yang bukan warga RW setempat untuk keluar termasuk para pengurus. Setelah semuanya keluar dari masjid terjadi dialog antara Pak Umar dengan massa. Konsentrasi massa di luar masjid semakin besar. Provokasi terus menerus terjadi di luar masjid.

Pukul 00.30

Terjadi “kesepakatan” antara Pak Umar dengan massa untuk mengosongkan masjid. Seseorang yang mengaku Wakapolres Surabaya Timur menghubungi pak Umar dan meminta agar beliau hadir pada hari Sabtu jam 10.00 di Polsek Semampir dengan membawa dokumen seperlunya untuk bertemu dengan perwakilan warga sekitar masjid yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Sabtu, 20 Juni 2009

Pukul 12.00

Seorang Jama’ah masjid menceritakan , meski masjid sudah dikosongkan penghuninya aktivitas sholat berjama’ah Subuh dan Dhuhur masih tetap dilaksanakan, namun sekitar pukul 12.00 mulai berdatangan massa tak dikenal dengan menggunakan motor. Ketika jama’ah tersebut keluar dari masjid massa yang datang dengan motor meneriakinya dengan kata-kata “kafir..kafir..!”, “Tempat mesum!”, “Teroris…!”.

Beberapa saat kemudian Camat, Ta’mir masjid datang dari Polsek Semampir dan memberitahu jama’ah bahwa sudah terjadi keputusan yang ditandatangani Camat dan Ketua Ta’mir masjid yang berisi:

- Kepemilikan Tanah dan Bangunan berdasarkan surat-surat dan dokumen yang ditunjukkan pihak Ta’mir Masjid Al Ihsan adalah atas nama pak Umar (selaku ketua Masjid)

- Karena Masjid tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan masjid ditutup dan tidak boleh melakukan aktifitas termasuk sholat lima waktu sampai ijin diurus dan dikeluarkan.

Jama’ah sempat mempertanyakan larangan sholat dan beribadah di masjid, camat menjawab bahwa ini adalah jalan tengah dan Camat bertanggung sampai ke akhirat dalam urusan ini.

Semua barang-barang dimasjid diminta untuk dikeluarkan dan masjid disegel dengan cara digembok oleh Camat dan kemudian kunci gembok dibawa oleh Camat. Terhitung sejak sholat Ashar Jama’ah tidak lagi bisa melaksanakan ibadah sholat dan ibadah lainnya di masjid Al Ihsan Sidotopo.

[muslimdaily.net] [muslimdaily.net]

Rosulullah Muhammad SAW adalah Teladan Kita, Apakah Beliau Pernah Ikut Pemilu ?

Arrahmah.Com Knowledge -  Jika kita memperhatikan kebiasaan dan kenyataan dari pemilihan umum (pemilu) dan kemudian melihat firman Allah SWT dalam Al-Qur`an, kita akan menyadari bahwa ayat “Qul Yaa ayuhhal kafiruun” itu tidak punya arti sama sekali jika anda memilih orang kafir atau orang muslim dengan ideologi kafir dan mendukung partai mereka. Terlebih jika anda memilih mereka, anda akan mendukung seluruh tindakan yang mereka lakukan yang dalam prinsip Islam anda telah me-‘wakil’-kan segala urusan anda pada mereka. Oleh karena itu, kaum Muslimin tidak boleh memilih siapapun dalam pemilu kali ini, meskipun mereka semuanya terlihat Islami dan seolah-olah akan memperjuangkan Islam atau menggunakan ayat-ayat Al-Qur`an dalam kampanye-kampanye mereka!

Terlebih jika ada beberapa orang pergi dan mendaftarkan dirinya untuk menjadi anggota dewan, atau memilih anggota dewan untuk menduduki jabatan di legislatif (DPR/MPR), ini jelas-jelas sebuah kemusyrikan dalam Islam. Sebuah perkara, pada kenyataannya dalam pandangan Islam wajib diketahui dan tidak terdapat perbedaan pendapat dalam soal tersebut. Bagaimana mungkin seorang muslim yang mengatakan bahwa bahwa tidak ada Pembuat Hukum selain Allah SWT yang diikuti kalimat “Laa ilaha illallah” dan kemudian dia memilih seseorang untuk mengesahkan pemerintahan dan hukum kufur ? Lebih baik jika tauhid setiap muslim dipergunakan untuk menjaga kesucian Allah SWT semata-mata, yaitu untuk mentaati, untuk beribadah, dan semata-mata mengikuti perintahnya.

Sebagaimana setiap muslim tahu, Allah SWT memiliki 99 nama (Asmaul Husna) kemudian ini akan membuat 99 jalan bagi seorang seseorang untuk menjadi kafir jika dia menyekutukan sesuatu atau seseorang dengan nama Allah SWT. Salah satu contoh, nama Allah SWT adalah “Al-Hakim” yang artinya Allah SWT adalah satu-satunya pembuat hukum. Dan jika anda menyetujui seseorang untuk melakukan apa yang menjadi sifat dan hak Allah SWT, maka anda akan menjadi musyrik. Baca selebihnya »

Membela Musuh Tanpa Sadar

Saat ini dunia sedang disibukkan oleh peperangan-peperangan antara yang haq dan bathil. Amerika dan sekutunya sedang mencekoki dunia islam agar menjauhi tauhid dan mendidik mereka untuk membuang sedikit demi sedikit ajaran islam. Peperangan-peperangan ini dapat berupa perang kelas ringan namun berbahaya seperti ghazwul fikri, tetapi dapat juga berupa peperangan yang sesungguhnya namun bermanfaat bagi para pencari syahid.

taliban-fighters

Sebagian umat islam mulai terperdaya oleh bujukan rayu syetan dalam menghadapi peperangan-peperangan ini, baik dalam perang pemikiran, maupun perang pembantaian. Padahal George W Bush sendiri dengan lugunya mengatakan bahwa pembantaian-pembantaian yang telah mereka laksanakan tidak lain adalah crusade alias perang salib. Namun anehnya, sebagian muslimin yang mengaku sebagai pejuang pergerakan islam justru berkubang dalam kolam-kolam lumpur yang diciptakan oleh dunia Barat yang lazim dinamai dengan demokrasi dan pemilu.

Sebagian umat islam yang lain dengan membabi buta membela antek-antek Amerika, dan memusuhi para pencari syahid yang tengah menahan rasa sakit untuk memperjuangkan tegaknya dinullah beserta piranti-pirantinya di tanah-tanah yang sedang terjajah oleh kekuatan kekufuran. Nampaknya mereka semua tidak memahami realita yang terjadi dalam pertempuran ini. Bahkan seorang “ustadz” dengan cerobohnya mengatakan bahwa seluruh orang di Iraq itu bermanhaj nasionalisme. Sehingga pernyataannya yang sok tahu ini menjadi penghalalan baginya untuk tidak mengakui Daulah Islam Iraq sebagai sebuah Negara islam yang sah, yang lahir tanpa mengadakan penggulingan kekuasaan.

Kedua jenis kelompok diatas bisa jadi telah membela musuh tanpa sadar. Pernyataan berlepas diri mereka dari para mujahidin dapat menjadi alat yang ampuh bagi musuh-musuh islam untuk memanfaatkan mereka untuk menjauhkan orang awam dari belajar ataupun I’dad menuju perjuangan jihad. Baca selebihnya »

FOR YOU IKHWANUL MUSLIMIN AND THEIR LINKS (chapter 2)

Berikut ini kami pertunjukkan wasiat-wasiat dari pendahulu jamaah ikhwanul muslimin tentang perjuangan jamaah ikhwaniyyah pada saat ini. Mereka berdua adalah segelintir contoh dari pendahulu ikhwanul-muslimin yang paling teguh membela tauhid.  Tidak ada tauriyyah dan kompromi dalam perjuangan mereka.

syaikh Abdul Qodir Audah –rahimahullah-: “Kebodohan telah menimpa sebagian kaum muslimin, ketika mereka mensejajarkan Islam dengan Aliran-aliran ini yang berdiri di atas hawa nafsu dan kesesatan, ia mengatakan: Demokrasi Islam, Sosialisme Islam, Komunisme Islam, ia mengatakannya demi mempromosikannya bagi Islam dan mengangkat darinya di hadapan manusia. tanpa diragukan ia telah mendzalimi Islam dengan penamaan-penamaan ini yang tidak pernah diturunkan oleh Allah Azza Wa Jalla, karena ia telah mencampur-adukkan kebaikan yang sedikit yang terdapat dalam madzhab-madzhab tersebut dengan sesuatu yang memiliki kebaikan yang begitu banyak tak terhingga (Islam, pent),sebagimana hal itu tidak lepas dari hawa nafsu dan kebathilan serta kejahatan-kejatahan yang diserukan oleh aliran-aliran tersebut dan berdiri di atasnya.” (Al Islam Wa Audha’una As Siyasiyyah, / Islam dan kondisi politik kita, hal: 294)

Al Ustadz Sayyid Qutub – rahimahullah- berkata setelah berbicara tentang upaya pendangkalan undung-undang Islam dalam bentuk pengakuan di atas kertas: “Dan lebih hina dari upaya ini, adalah upaya orang yang meletakkan system lain di atas Islam, dan mereka mensifatinya dengan berbagai sifat yang dapat menarik manusia di masa-masa tertentu, seperti Sosialisme dan Demokrasi, mereka mengira bahwa mereka dapat memberikan pelayanan kepada Islam dengan system-sitem yang hina ini…Sesungguhnya Islam adalah Islam, Sosialisme adalah Sosialisme, dan Demokrasi adalah Demokrasi, Islam adalah konsep Allah, tidak memiliki nama, dan sifat tertentu kecuali dengan apa yang telah ditetapkan oleh Allah Azza Wa Jalla…sementara ini dan itu adalah dari konsep-konsep buatan manusia. Dan apabila mereka memilihnya, maka hendaklah memilihnya atas dasar ini, dan tidak seyogyanya bagi seorang juru dakwah kepada agama Allah untuk menerimanya dan mempromosikan pakaian yang dianggap laku dari pakaian-pakaian buatan manusia, dengan anggapan ia telah berbuat baik bagi Islam !!!.” (Fii Dzilaalil Qur’an, 2/1083)

dikutip dari forum arrahmah.com, author: abu kholid.

Kepada Siapa Kita Mengacu?

Barangkali saat ini kita dibingungkan oleh peperangan global antara pejuang-pejuang jihad global, seperti al-qaida, shabaab mujahidin, AQIM, atau kavkaz mujahidin melawan kekuatan kufur kapitalis dan demokrasi global, seperti Amerika, NATO, Rusia atau mungkin boneka-bonekanya. Dalam kondisi-kondisi chaoz seperti ini mungkin kaum muslimin kebingungan. Ulama manakah yang harus menjadi referensi dalam masalah-masalah peperangan dan ”politik” iqomatuddin global?

Beberapa ulama menyatakan bahwa untuk berjihad butuh rekomendasi dan komando dari para ”ulil amri”. Sehingga jika fatwa-fatwa semacam ini diikuti, otomatis tidak akan ada jihad selama ulil amri yang ada adalah ulil amri-ulil amri kacangan, alias bukan pemerintah islam. Ada segolongan ulama lain yang menjadi ”rival” dari ulama yang telah disebutkan diawal alinea ini, menyerukan bahwasanya tidak perlu berjihad. Cukup dengan kompromi-kompromi perjanjian saja, atau bisa dikatakan lewat jalan damai saja. Seperti jalan yang lainnya semacam pemilihan umum, parlemen, bergabung dengan pelaksana UU, dan jalan-jalan ”moderat” lain yang sejenis.

Kepada siapa kita bertanya masalah jihad? Apakah kepada lajnah daimah? Atau kepada para mufti al-azhar? Atau mungkin para mufti qatar? Baca selebihnya »

PBB, Payung Kufur Global

un-logo-copy

PBB adalah sebuah lembaga yang didirikan oleh tiga orang pemimpin Negara pemenang perang dunia kedua. Mereka adalah FD Roosevelt dari Amerika Serikat, Joseph Stalin dari Uni Sovyet, serta Winston Churchill dari negara adikuasa saat itu (yang keadikuasaannya hampir berakhir) yakni Inggris.

20080821221309yalta_summit_1945_with_churchill_roosevelt_stalin

unbuilding

Dalam sebuah majalah dirgantara dan kemiliteran yang terbit untuk umum, pernah dibahas mengenai perang dunia kedua. Perang dunia kedua rupanya adalah akal-akalan para ”juragan” senjata amerika yang berdarah yahudi. Perusahaan-perusahaan ini rupanya sedang kekurangan konsumen, sehingga butuh even besar untuk memasarkan produk-produk mereka, sekaligus agar karyawan-karyawan yahudi mereka tidak menganggur. Salah satunya adalah perusahaan klan Rockefeller (gedung PBB pusat di New York disumbangkan atas nama yayasan Rockefeller). Jadi barangkali cerita holocaust adalah sisa-sisa strategi pemasaran senjata yang kisahnya masih dilestarikan hingga kini. Baca selebihnya »

TUNTUNAN BERPOLITIK

Bagi para aktivis muslim, atau bahkan shohibul qur’an yang ingin masuk ke arena politik, menjadi kader parpol atau yang lainnya, maka hendaknya dibaca terlebih dahulu sedikit tuntunan berpolitik praktis berikut ini.

TIDAK ADA ALASAN UNTUK BERPOLITIK PRAKTIS, WAHAI AHLUL QUR’AN!!!!

Para salaf dahulu memandang bahwasanya menjauhi dan mengasingkan diri dari penguasa itu lebih baik, sebagai bentuk dari baroo’ dan ingkar mereka terhadap tindakan-tindakan penguasa tersebut.. dan coba dengarkan apa yang dikatakan oleh Sufyaan Ats Tsauriy dalam suratnya kepada ‘Ibaad bin ‘Ibaad yang berbunyi: “Janganlah kamu mendekati atau bergaul dengan para penguasa sedikitpun. Dan jangan sampai ada yang mengatakan kepadamu;(Lakukan saja) supaya kamu dapat membela atau mempertahankan orang yang didholimi atau mengembalikan hak orang yang diambil secara dholim. Karena ini adalah tipu daya iblis…yang dijadikan tangga (dalih) oleh para quroo’ (ahli Al Qur’an) yang bejat.” (Dari Siyarul A’laam An Nubalaa’ XIII/586 dan Jaami’u Bayaanil ‘Ilmi Wa Fadl-lihi I/179) Baca selebihnya »

Golput, MUI ?

Soal : Ustadz, bagaimana antum menyikapi fatwa MUI terkait haramnya golput. Padahal sepengetahuan kami demokrasi dan perangkatnya haram atas seorang muslim kecuali dalam keadaan darurat. Jazaakumullohu khoiron. (Abdullah)

golputih34

“Pertanyaan serupa dengan yang di atas juga datang dari saudara ABU USAMAH BIN ADAM KOHAR ALBLORI, semoga bisa terjawab”- Red

Jawab : الله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد؛ MUI pusat memfatwakan haramnya golput karena keadaan yang menuntut mereka-dalam neraca mereka sendiri- untuk mengeluarkan fatwa tersebut. Saya tidak tahu pasti keadaan apa atau bahkan siapa gerangan yang menjadi penuntut MUI untuk mengelurkan fatwa yang sungguh menggegerkan itu. Pro kontra dari pembesar ulama Indonesiapun bermunculan, baik yang dirilis oleh mass media maupun yang tidak. Saya sendiri lebih cenderung untuk mengikuti pendapat ulama yang mengharamkan demokrasi dan perangkatnya. Maka hal ini menuntut agar seorang Muslim “cuci tangan” dari demokrasi yang hakekatnya adalah merupakan agama baru sekaligus alat jajah zionis untuk menjajah dunia… Menegakkan Islam dengan numpang demokrasi adalah lelucon yang tidak lucu. Karena bertentangan dengan firman Alloh Qs. Annisa’:115-117 dan hadist shohih “Barangsiapa melakukan/mengada-adakan amal ibadah tanpa dasar (sunnah)ku, maka amalan tersebut tertolak”. Jadi nimbrung berdemokrasi dalam rangka itu minim adalah bid’ah hukumnya. Sedang bapak-bapak MUI memfatwakan hal tersebut tujuannya maksimal untuk membendung arus penjajahan di Indonesia agar tidak lebih mulus berjalan. Karena mereka berijtihad bahwa dalam demokrasi masih ada link yang bisa kita gunakan demi kemaslahatan tersebut, apalagi kita sedang dihadapkan dengan fitnah demokrasi ini, sedang untuk jihad fie sabilillah, katanya kita masih belum mampu. Semoga kita semua diselamatkan Alloh dari firmanNya: “Jika mereka benar-benar niat berjihad, niscaya mereka akan mempersiapkan diri untuknya. Namun Alloh tidak menyukai keberangkatan mereka, lalu dikatakan pada mereka: tinggallah bersama orang2 yang tidak berjihad(anak2,wanita dan orang tua bangka)”

(jawaban oleh al-ustadz Rosyid Baasyir, muslimdaily.net)

Siapakah Ulil Amri Itu???

Oleh: Ust. Abu Sulaiman Aman Abdurrahman

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri di antara kalangan kalian”. (An Nisa: 59)

Segala puji hanya bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi dan Rasul yang paling agung Nabi Muhammad, kepada keluarganya dan para shahabatnya seluruhnya.

Ikhwani fillah… materi kali ini, kita akan meluruskan pemahaman yang ada di masyarakat berkenaan dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri di antara kalangan kalian”. (An Nisa: 59)

Ayat ini adalah ayat yang sering kita dengar dan digunakan oleh banyak orang dalam rangka mewajibkan masyarakat untuk taat kepada pemerintah Republik Indonesia ini. Oleh karena itu perlu kiranya kita meninjau kembali atau meluruskan posisi ayat ini secara proporsional. Mari kita pahami siapa orang-orang yang beriman dalam ayat tersebut dan kaitannya dengan realita Pemerintahan Republik Indonesia ini…

Tinjauan ayat:

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri di antara kalangan kalian”. (An Nisa: 59)

“Hai orang-orang yang beriman…”, ini adalah khithab (seruan) terhadap orang-orang yang beriman. “…taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri di antara kalangan kalian”, ulil amri adalah ulil amri dari kalangan kalian, yaitu pemimpin muslim atau pemimpin yang mukmin, itu adalah pengertian sederhananya.

Jadi, pemimpin yang harus ditaati ─tentunya selain dalam maksiat─ adalah pemimpin muslim, karena Allah mengatakan “min kum” (dari kalangan kalian) setelah mengkhithabi “hai orang-orang yang beriman”.

Orang yang beriman atau orang muslim yang berdasarkan Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma adalah orang yang beriman kepada Allah dan kafir kepada thaghut, berikut ini adalah penjabarannya: Baca selebihnya »

Dukunglah dan Sokonglah!!!

Gerakan Mujahidin di Bumi Allah!!!

Katakan amin jika doa ini bergema:

Allahummanshur mujahidin fi:

palestina1

1. Filasthin

2.Bakistan

pakistan

3.Afghan

afghan

4.Syisyan

syisyan

5.Iraq

iraq

6.Maghribi

aq_maghribi

7.Indunisi

indo1

8.Filibini

filipin

9.Habsyi

somalia_jihadi_fighter

wa fii kulli

makan wa fii kulli zaman!!!

032808-1738-jihad1